新闻是有分量的

Presiden Jokowi minta publik sabar menanti proses hukum Ahok

发布于2016年11月12日下午7点44分
2016年11月12日下午7:51更新

SILATNAS ULAMA RAKYAT。 Presiden Joko Widodo(ketujuh kanan)didampingi Mensesneg Pratikno(kelima kanan),Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar(kedelapan kanan)dan sejumlah kiai,alim ulama dan sesepuh PKB menghadiri Silahturahmi Nasional Ulama Rakyat di Ecovention,Ancol,Jakarta,Sabtu,11月12日。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

SILATNAS ULAMA RAKYAT。 Presiden Joko Widodo(ketujuh kanan)didampingi Mensesneg Pratikno(kelima kanan),Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar(kedelapan kanan)dan sejumlah kiai,alim ulama dan sesepuh PKB menghadiri Silahturahmi Nasional Ulama Rakyat di Ecovention,Ancol,Jakarta,Sabtu,11月12日。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo meminta publik agar bersabar menanti hasil proses hukum terhadap gubernur non aktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama。 Kata dia,sejauh ini proses hukum sudah dilakukan oleh kepolisian dan akan disampaikan kepada publik pada pekan depan。

Pernyataan itu kembali disampaikan Jokowi ketika menghadiri acara Silatnas Ulama Rakyat Doa untuk Keselamatan Bangsa yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa(PKB)pada Sabtu,11月12日di Ecovention Building Ancol,Jakarta Utara。 Mantan Gubernur DKI itu mengatakan polisi sudah memanggil puluhan saksi,termasuk saksi ahli。

“Namanya proses juga memerlukan waktu,kok enggak pada sabaran。 Tapi itu bukan PKB saya tahu。 Jadi,mari kita tunggu nanti hasil proses hukum itu seperti apa,“ujar Jokowi di sekitar 10 ribu ulama,habib dan kyai。

Dalam kesempatan itu,Jokowi kembali menegaskan dirinya tidak akan mencampuri proses hukum dalam kasus dugaan penistaan​​ agama yang melibatkan Ahok。 Dia mengaku sudah menyerahkan kasus itu melalui proses hukum。

Jokowi juga mengingatkan agar publik termasuk puluhan ribu ulama dan kyai untuk tetap menjaga kebersamaan sebagai bangsa。 Jangan sampai kebersamaan itu terpecah belah oleh pihak tertentu。

Pernyataan itu dilontarkan Jokowi mengingat ancaman perpecahan hampir terjadi ketika demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 11月11日lalu berakhir ricuh。

“Umat yang datang ke demo(itu)niatnya baik dengan kesungguhan dan konstitusi。 Kami membolehkan untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat,tetapi kan ada aturan yang harus ditaati。 Ada aturan hukum yang harus kita ikuti,“kata Jokowi。

Ratusan ribu orang yang turun dalam demo yang dinamakan Aksi Bela Islam jilid 2 itu mendesak ingin bertemu Jokowi di Istana Negara。 Mereka mengingatkan Jokowi agar proses hukum Ahok tidak dibiarkan berlarut-larut。

Provokasi di media sosial

Perpecahan tidak hanya tercermin di dalam kehidupan nyata。 Di dunia maya bahkan terlihat lebih sengit。

Jokowi menilai dalam 1 bulan terakhir,media sosial dipenuhi kalimat yang berisi hujatan dan ejekan。

“Banyak yang saling memaki,menyebar fitnah yang dapat mengadu domba dan berisi provokasi。 Itu bukan tata nilai Indonesia,bukan tata nilai umat,“kata Jokowi。

Maka,politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP)itu mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi。 Seharusnya,ujar Jokowi kelompok mayoritas melindungi kaum minoritas。

“Sementara,yang minoritas juga melindungi mayoritas。 Mari saling menghargai,saling menghormati。 Kalau tidak,tidak akan nyambung。 Kita selalu ingin menikmati indahnya kedamaian dan persaudaraan di tengah keberagaman,“katanya。 - Rappler.com