新闻是有分量的

Benarkah kelompok penolak kampanye Ahok-Djarot bukan warga setempat?

2016年11月15日下午7点06分发布
更新时间2016年11月15日下午9:44

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat blusukan ke kawasan Bali Mester,Jatinegara,Jakarta,Selasa(15/11)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat blusukan ke kawasan Bali Mester,Jatinegara,Jakarta,Selasa(15/11)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kampanye yang dilakukan calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama terus mendapatkan penolakan dari sekelompok orang。 Selasa sore ini penolakan terjadi di Ciracas,雅加达帖木儿。

Ahok tiba di Gang Mandiri,Ciracas,Selasa 11月15日痛苦的sekitar pukul 15.00 wib。 Ia langsung disambut oleh sekitar 30 orang yang langsung berorasi menolak kehadirannya。

Tak hanya berorasi,mereka juga mencoba mendekati Ahok namun dihalau petugas kepolisian。 阿霍克·西米里奇在一起。 Ia tetap melayani warga sekitar yang mengajaknya berfoto bersama。 30 menit kemudian,Ahok meninggalkan lokasi。

Aksi penolakan ini menjadi yang kesekian kalinya dialami Ahok sejak masa kampanye gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dimulai pada 28 Oktober lalu。 Sebelumnya Ahok pernah ditolak di Jagakarsa,Kebon Jahe,Pejaten,dan Rawabelong。

Penolakan terparah terRadi di Rawabelong,Jakarta Barat,pada 11月2日。 Saat itu sekelompok orang menghadang Ahok sambil membawa spanduk bertuliskan kalimat kasar。 Akibat ulah mereka,

Ahok menilai penolakan terhadap dirinya mencederai demokrasi。 Namun ia yakin barisan penolak itu bukan berasal dari warga yang ia kunjungi。 “Penduduk asli terima,kok。 Mereka hanya segelintir orang yang menteriak-teriakkan itu,“kata Ahok。

Kecurigaan Ahok bahwa masa yang menolak kehadirannya bukanlah warga setempat dibuktikan oleh Djarot Saiful Hidayat,pasangannya di bursa pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta。

Saat blusukan ke Jalan Bangka,Pela Mampang,Jakarta Selatan,Selasa pagi 11月15日,Djarot sempat didatangi sekelompok orang yang menolak kehadirannya di wilayah tersebut。

Mereka membawa berbagai海报sambil berteriak ke arah Djarot,“Warga Pela Mampang menolak Ahok-Djarot!”Djarot sempat ingin menemui mereka,namun warga setempat melarangnya。“Jangan ditemui,Pak.Bukan warga sini,”kata warga。

jika para pendemo tersebut bukan warga Pela Mampang。 “Bukan orang sini,Pak,nanti kami amankan,”kata Syafii。 Saat itu Djarot hanya menjawab,“哦,bukan orang sini,你。”

Tim pemenangan pasangan Ahok-Djarot tak tinggal diam menghadapi penolakan warga tersebut。 Pada 10月10日lalu mereka mendatangi Badan Pengawas Pemilu untuk melaporkan rentetan insiden penolakan ini。

Wakil Ketua Bidang Media dan Opini Publik Tim Pemenangan Ahok-Djarot,Wibi Andrino,menduga massa yang menolak kehadiran Ahok atau Djarot telah disiapkan oleh kelompok tertentu。 “Kita minta Bawaslu untuk pro-aktif,”kata Wibi。

Namun Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad tak ingin terburu-buru menyimpulkan apakah penolakan terhadap Ahok dan Djarot dilakukan oleh warga setempat atau oleh massa yang disiapkan oleh kelompok tertentu。

“kami tidak boleh terburu-buru menyimpulkan ada pihak yang menggiring,” ,Hayam Wuruk,Jakarta, Jumat ,2016年11月11日。- dengan laporan ANTARA / Rappler.com