新闻是有分量的

Ahok jadi tersangka,Kapolri bantah ada tekanan

2016年11月16日上午10:49发布
2016年11月16日上午11:16更新

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menunjukkan surat putusan hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan​​ agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama di Mabes Polri,Jakarta,Rabu(16/11)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menunjukkan surat putusan hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan​​ agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama di Mabes Polri,Jakarta,Rabu(16/11)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penetapan tersangka terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama bukan berdasarkan tekanan dari masyarakat。

“Demo mayoritas mayarakat adalah demo untuk menuntut proses hukum。 Polri tidak tertekan。 Kami bekerja berdasarkan fakta-fakta hukum,“kata Tito Karnavian dalam jumpa pers di Mabes Polri,Rabu 2016年11月16日。

Bareskrim Mabes Polri sebelumnya menetapkan Gubernur DKI Jakarta Ahok sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama melalui ucapannya tentang Surat Al Maidah ayat 51。

Kasus penodaan agama ini mendapat perhatian luas dari masyarakat。 Ribuan orang dari berbagai ormas Islam menggelar aksi unjuk rasa pada 14 Oktober dan 4月4日untuk menuntut Ahok secara hukum。

Namun Kapolri Tito Karnavian mengatakan aksi-aksi demo tersebut tak mempengaruhi kerja para penyidik dalam menyelidiki adanya dugaan pidana dalam kasus ini。

Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga mengatakan tidak ada intervensi apapun dari Presiden Joko Widodo。 “Beliau tidak ingin mengintervensi hukum karena beliau paham apa yang dilakuan polisi saat ini adalah domainnya yudikatif,”kata Tito。

Bahkan,Tito melanjutkan,dirinya pun tidak memberikan arahan apapun kepada 27 penyidik Bareskrim yang mengusut kasus ini。 “Saya memberikan kewenangan penuh kepada tim penyelidik untuk bekerja objektif,”katanya。 -Rappler.com

Baca juga: