新闻是有分量的

Ekonomi Jakarta tak stabil,Pemprov DKI minta masukan Kwik Kian Gie

2017年11月13日下午8:42发布
更新时间:2017年11月13日下午8:43

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama ekonom senior Kwik Kian Gie di Balai Kota Jakarta,Senin(13/11)。 Foto oleh Ananda Nabila Setyani / Rappler

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bersama ekonom senior Kwik Kian Gie di Balai Kota Jakarta,Senin(13/11)。 Foto oleh Ananda Nabila Setyani / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Wakil Gubernur DKI雅加达Sandiaga Uno mengatakan kondisi perekonomian DKI雅加达sedang mengalami penurunan。 Penurunan situasi ekonomi ini ditandai dengan ketimpangan ekonomi yang semakin melebar。

Saat ini,kata Sandi,dirinya bersama Gubernur DKI雅加达Anies Baswedan sedang berupaya melakukan komunikasi dengan pakar-pakar ekonomi senior,salah satunya mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie。

“Pak Kwik memberikan beberapa masukan,salah satunya adalah fokus di pemberdayaan UMKM dan fokus untuk memberikan pendampingan kepada UMKM ini,”jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta,pada Senin 2017年11月13日。

Sandiaga juga menuturkan bahwa pendampingan UMKM tersebut merupakan implementasi dari program OKE OCE yang menjadi andalan ia dan Anies。 “Nantinya,implementasi ini akan memastikan adanya akses pendanaan buat para pelaku UMKM,”tambahnya。

Pertemuannya dengan Kwik juga membahas rencana-rencana yang terkait dengan perekonomian DKI,terutama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD)yang harus dituntaskan dengan DPRD。

Sebagai tokoh ekonom senior dan mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas)Kwik Kian Gie menuturkan bahwa DKI harus berpegang teguh pada perencanaan。

“Saya katakan pada Pak Wagub tadi,bahwa seingat saya,DKI ini punya 总体规划。 Masterplan untuk suatu kota yang ruwetnya seperti ini tentu sangat penting dan sangat fundamental,“jelasnya。

Perencanaan dari berbagai aspek termasuk anggaran-anggaran juga dirasa penting oleh Kwik,mengingat Anies-Sandi masih merintis perencanaan strategis untuk 5 tahun kedepan。

Ia juga menambahkan bahwa kondisi kemiskinan di DKI ini sangat mencolok,lantaran terjadi kesenjangan yang jauh antara orang kaya dan orang miskin。

“M asterplan harus langgeng dan tidak boleh diubah-diubah。 Sebab kalau diubah,apalagi ada tekanan dari media sosial,tekanan publik bisa berubah lagi,“tambah Kwik。

Kwik juga berkomentar bahwa pemerintah pusat sudah diwarnai birokrasi yang terlalu rumit,sehingga sulit bagi pemerintah pusat untuk melakukan revolusi birokrasi。

Kwik menyarankan Pemprov DKI harus memanfaatkan Bank DKI sebagai mediator bagi rakyat kecil yang ingin melakukan peminjaman kredit dan pendampingan UMKM。 -Rappler.com