新闻是有分量的

Panitia parade Bhinneka Tunggal Ika bantah telah bagi-bagi uang ke peserta

2016年11月19日下午7:10发布
2016年11月21日上午10:18更新

PARADE BUDAYA。 Peserta dari Paguyuban Singo Mangku Joyo menampilkan kesenian Reog dalam aksi Panggung Budaya Bela NKRI di Surabaya,Jawa Timur,Sabtu,11月19日。 Foto oleh Moch Asim / ANTARA

PARADE BUDAYA。 Peserta dari Paguyuban Singo Mangku Joyo menampilkan kesenian Reog dalam aksi Panggung Budaya Bela NKRI di Surabaya,Jawa Timur,Sabtu,11月19日。 Foto oleh Moch Asim / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Penanggung jawab panitia kegiatan Parade Bhinneka Tunggal Ika,Nong Darol Mahmada membantah pihaknya membagi-bagikan uang kepada peserta dalam aksi pagi tadi。 Dia menyebut,jika ada pembagian maka hal itu terjadi tanpa sepengetahuannya。

“Kami sama sekali tidak membayar peserta。 Justru sebaliknya peserta yang memberikan donasi untuk acara kami,“ujar Nong Darol yang dihubungi Rappler melalui pesan pendek pada Sabtu,11月19日。

Dia menjelaskan acara tersebut terbuka untuk siapa saja,sehingga panitia tidak melarang jika seandainya ada organisasi yang ingin ikut serta。 Namun,syaratnya mereka tidak boleh membawa bendera dan atribut organisasi serta mengikuti kesepakatan dan materi acara。

“Ada satu organisasi yang memang menghubungi kami sehari setelah kami menggelar jumpa pers。 Mereka mengatakan akan membawa massa 50 ribu orang。 Saya mempersilakan,tetapi ya mematuhi aturan tadi,“kata Nong tanpa menjelaskan lebih lanjut organisasi apa yang menghubunginya sehari setelah jumpa pers di sebuah kafe di area Cikini。

Sementara,terkait dengan peserta yang tertangkap kamera tengah duduk di taman dan meninggalkan banyak sampah,panitia juga telah berupaya mencegah hal tersebut。

“Kami berkali-kali sudah berteriak dan menyampaikan kepada peserta agar massa membuang sampah pada tempatnya。 Ada petugas khusus yang bertugas untuk menyisir sampah dan kami juga menyediakan sampah sebanyak-banyaknya,“tutur Nong。

Dia pun mengakui ada sebagian massa yang malah mengabaikan permintaan panitia dan terkesan sengaja tetap melakukannya。

Informasi mengenai adanya bagi-bagi uang ramai disebut di dunia maya dan 。 Salah satu organisasi yang diduga memberikan uang kepada peserta adalah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia(HKTI)。

媒体menyebut HKTI menawarkan uang transportasi senilai Rp 150 ribu kepada peserta begitu tiba di Jakarta。 Namun,Ketua Bidang Pemberdayaan Petani HKTI,Muhammad Arum Sabil membantah telah memobilisasi massa dan membayar sebesar Rp 150 ribu agar mereka ikut parade Bhinneka Tunggal Ika。

Menurut Arum,HKTI tidak mengerahkan petani untuk kegiatan politik。

Jumlah peserta mencapai ribuan

Tetapi,dalam penyelenggaraan acara tadi,Nong menilai semuanya berjalan lancar。 Jumlah peserta阅兵Bhinneka Tunggal Ika juga jauh dari yang mereka targetkan yakni sekitar 100 ribu orang。 Dari pantauan Rappler,ada sekitar 2.000 peserta yang ikut serta。

Mereka datang dari berbagai daerah di seluruh印度尼西亚。 Jumlah ribuan pun tergolong bagus mengingat acara itu hanya disiapkan oleh panitia selama 5 hari saja。 (BACA: )

“Itu pun sudah diliputi berita hoax。 Tapi,kami cukup bangga karena acara ini cukup sukses,“katanya。

Dia berharap karena阅兵Bhinneka Tunggal Ika baru kali pertama diadakan,ke depan,bisa digelar di kota lain di seluruh Indonesia dan menjadi viral。 - dengan laporan Santi Dewi / Rappler.com