新闻是有分量的

Jusuf Kalla bertemu Mark Zuckerberg,apa yang dibahas?

2016年11月20日上午10:14发布
2016年11月20日上午10:14更新

Wapres RI Jusuf Kalla didampingi istrinya saat tiba di Lima,秘鲁,untuk hadiri APEC,pada 2016年11月18日.Foto dari Twitter / @ Pak_JK

Wapres RI Jusuf Kalla didampingi istrinya saat tiba di Lima,秘鲁,untuk hadiri APEC,pada 2016年11月18日.Foto dari Twitter / @ Pak_JK

雅加达,印度尼西亚 - Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan首席执行官Facebook,Mark Zuckerberg,di sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik(APEC)秘鲁di Lima,pada Sabtu,11月19日,waktu setempat(Minggu,11月20日,pagi WIB)

Keduanya membahas soal konektivitas internet di Indonesia。 Menurut Kalla,Zuckerberg menawarkan solusi untuk masalah konektivitas di daerah-daerah terpencil di Tanah Air dengan menggunakan drone

“Kebetulan dalam pertemuan tadi,Mark mencontohkan Indonesia dalam konektivitas dengan menggunakan drone ,”kata Kalla seusai pertemuan。

Pemerintah Indonesia,ujarnya,bisa membantu memfasilitasi program yang akan dikembangkan oleh Facebook tersebut。

Selain mempermudah hubungan antardaerah terpencil dan antar-kawasan,program yang ditawarkan Facebook itu juga diharapkan dapat membantu peningkatan usaha kecil,mikro,dan menengah(UMKM)。

“Salah satu [kelebihan] online [adalah] tentang informasi dan pasar serta produk.Bagaimana kita bisa bicarakan [hal itu] tanpa konektivitas?” 卡塔卡拉。

Ia menilai program konektivitas yang dikembangkan Facebook bisa memadukan pembangunan perekonomian secara keseluruhan。 Apalagi,APEC tahun ini menekankan pada kesetaraan pertumbuhan ekonomi di kawasan。

KTT APEC di Peru dihadiri 21 pemimpin ekonomi di negaranya masing-masing,termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Tiongkok Xi Jinping。

Pada KTT APEC tahun ini,Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski,menyerahkan keketuaannya kepada Presiden Republik Sosialis Vietnam Tran Dai Quang。

Tidak bicarakan soal pajak

Meski Facebook menawarkan bantuan kepada印度尼西亚dalam hal koneksi互联网,namun pertemuan Kalla dan Zuckerberg dilaporkan tidak membikrakan soal pajak perusahaan media sosial berjaringan global tersebut。

“Kami tidak akan membikrakan teknis [pajak] seperti itu.Kami hanya ingin ada perluasan hubungan dengan mereka karena itu [Facebook] sudah suatu yang tidak bisa dihindari,”kata Kalla。

Menurutnya,印度尼西亚harus bisa meniru Irlandia yang memanfaatkan Facebook dan media sosial berbasis teknologi informasi lainnya untuk menjaga persaingan usaha lebih sehat。

“Ada yang minta investasi seperti Apple yang akan bangun semacam kampus di Indonesia.Ini [pembicaraan dengan Zuckerberg soal investasi] juga sedang dalam proses,”ujarnya menambahkan。

Sebelumnya,Direktorat Jenderal Pajak mengatakan akan mulai memeriksa kewajiban pajak perusahaan-perusahaan teknologi,seperti Facebook,Google,dan Twitter。

Perusahaan-perusahaan ini diyakini telah lama beroperasi di Indonesia dan memperoleh pendapatan rutin dari iklan。 -Antara / Rappler.com