新闻是有分量的

Tabrakan kapal di Tuban,12 ABK masih hilang

发布于2016年11月21日上午11:32
2016年11月21日上午11:32更新

Tim Sar berhasil menemukan tiga jenazah korban tabrakan kapal di Perairan Tuban,Minggu(20/11)。 Foto diambil dari @SAR_NASIONAL

Tim Sar berhasil menemukan tiga jenazah korban tabrakan kapal di Perairan Tuban,Minggu(20/11)。 Foto diambil dari @SAR_NASIONAL

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Badan SAR Nasional Jawa Timur Arifin mengatakan pencarian terhadap korban tabrakan kapal yang terjadi di Perairan Tuban,Jawa Timur,masih terus dilakukan。

“Pencarian terhadap korban tabrakan kapal yang belum ditemukan diperluas pencariannya dengan radius 20 mil dari lokasi kejadian tabrakan,”kata Arifin Senin,2016年11月21日。

Seperti diberitakan sebelumnya,Kapal Mulya Sejati bertabrakan dengan kapal Kapal MV Tay Son berbendera Vietnam di Perairan Tuban pada Sabtu,11月19日,sekitar pukul 04.00 wib。

Tabrakan diketahui terjadi di titik koordinat 06.33.03.5/112 derajat。 Saat itu Kapal MV Tay Son 4 yang dinakhodai Nguyen Duc Hung mengangkut 22 Anak Buah Kapal(ABK)。

Kapal bermuatan tapioka tersebut berangkat dari Singapura dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak,Surabaya。 Namun mereka menghantam Kapal Mulya Sejati sebelum tiba di Surabaya。

Kapal Mulya Sejati yang dinakhodai oleh Purwono membawa 27 orang。 Akibat tabrakan ini,kapak Muya Sejati terbelah dan terbalik。 Sebanyak 12 orang berhasil diselamatkan,15 lainnya hilang。

Tiga dari 15 korban hilang itu berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa,12 awak kapal lainnya masih dalam pencarian。 Adapun 22 ABK kapal越南semuanya selamat。

Arifin mengatakan pencarian akan terus dilakukan selama sepekan setelah kejadian。 “Pencarian bisa diperpanjang selama tiga hari kalau memang ada tanda-tanda kemungkinan ada korban yang mengambang,”katanya。

Pagi ini,Ari​​fin melanjutkan,17 personel sudah berangkat menggunakan Kapal Negara(KN)225 milik Basarnas untuk melanjutkan pencarian。

“Nelayan yang berada di sekitar lokasi sudah kami informasikan agar segera melapor kalau menemukan mayat mengambang di laut,”kata Arifin。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com