新闻是有分量的

Pengadilan Turki membebaskan pelajar印度尼西亚Handika Lintang

2016年11月23日下午7:35发布
2016年11月23日下午7:36更新

KUDETA。 Warga Istanbul mengibarkan bendera Turki untuk menentang upaya kudeta terhadap总统雷杰普·塔伊普·埃尔多安,16 Juni。 Foto oleh Werner / EPA

KUDETA。 Warga Istanbul mengibarkan bendera Turki untuk menentang upaya kudeta terhadap总统雷杰普·塔伊普·埃尔多安,16 Juni。 Foto oleh Werner / EPA

雅加达,印度尼西亚 - Handika Lintang kini bisa bernafas lega karena pengadilan di Turki menyatakannya tidak terkait dengan kelompokFethullahGülen。 Dalam persidangan yang digelar pada Selasa,11月22日di kota Gaziantep,majelis hakim membebaskan Handika dari semua dakwaan jaksa。

“Handika disidangkan dalam satu kasus bersama dengan 4 warga negara Turki。 Dalam persidangan tersebut,hakim memutuskan bahwa 2 warga Turki ditahan untuk proses hukum selanjutnya。 Sementara,1 orang warga Turki ditahan di luar kota dan sisanya dibebaskan,“ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri,Arrmanatha Nasir melalui pesan pendek pada Rabu,11月23日。

Namun,karena proses persidangan masih terus berlangsung,maka Handika belum diizinkan untuk pergi ke luar negeri。 Kehadiran pelajar asal Wonosobo itu juga bisa dibutuhkan sebagai saksi jika majelis hakim membutuhkan。

“Handika kembali ke ibukota Ankara pada sore ini usai proses administrasi yang bersangkutan selesai。 KBRI Ankara akan memfasilitasi jika Handika hadir dalam persidangan berikutnya sebagai saksi,“tutur外交官杨阿卡拉迪帕塔塔塔伊图。

Handika Lintang ditangkap oleh otoritas berwenang di Turki,karena dianggap terlibat dalam struktur organisasiFethullahGülen。 Menurut Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri,Lalu Muhammad Iqbal,nama Handika tertulis dalam struktur organisasi dan telah dipantau oleh otoritas setempat。

Handika merupakan salah satu dari sekitar 300 pelajar Indonesia yang menerima beasiswa dari Yayasan Pasiad,sebuah organisasi yang memperoleh danadariGülen。 Diakui Iqbal,名义beasiswa yang diperoleh dari Yayasan Pasiad tidak sebesar yang diberikan Pemerintah Turki。 Terlebih kini,banyak donaturnya yang mulai menghentikan pemberian dana untuk beasiswa itu。

Berita penangkapan Handika sempat membuat sang ibunda Supartiningsih terkejut dan depresi。 Dia tidak percaya jika putranya ikut terlibat dalam suatu organisasi yang diduga akan menggulingkan pemerintahan yang sah。

“Dia datang ke Turki tujuannya hanya untuk sekolah dan tidak pernah neko-neko.Dia sudah berada di sana selama 3 tahun dan tidak pernah bermasalah,apalagi sampai memusuhi Presiden di negara lain,”kata Supartiningsih yang ditemui Rappler pada bulan Agustus lalu。 (BACA: ) - Rappler.com