新闻是有分量的

Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap menyebarkan isu SARA

发布于2016年11月23日9:42
2016年11月23日下午9:42更新

TERSANGKA。 Polda Metro Jaya pada Rabu,11月23日,menetapkan pengunggah视频Ahok,Buni Yani sebagai tersangka。 Namun,polisi belum menentukan apakah akan langsung menahan Buni Yani。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

TERSANGKA。 Polda Metro Jaya pada Rabu,11月23日,menetapkan pengunggah视频Ahok,Buni Yani sebagai tersangka。 Namun,polisi belum menentukan apakah akan langsung menahan Buni Yani。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan pengunggah视频Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu,Buni Yani sebagai tersangka。 Pria yang sebelumnya sempat menjadi dosen itu ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat publik geram gara-gara mengunggah video ketika Ahok membawa-bawa surat Al Maidah ayat 51。

Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam di kantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dimulai sekitar pukul 10:00。 Pemeriksaan baru rampung pada pukul 19:30 WIB。

“Dengan hasil konstruksi hukum pengumpulan alat-alat bukti dari penyidik,dengan bukti yang cukup yang bersangkutan maka saudara BY kami naikan statusnya sebagai tersangka,”ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya,Kombes Awi Setiyono Rabu,11月23日。

Buni Yani disangkakan pasal 8 aatat 2 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 ITE dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar。

“Bahwa yang bersangkutan terkait pencemaran nama baik dan penghasutan SARA。 Terkait adanya unur penghasutan berbau SARA,“kata Awi lagi。

Buni Yani datang ke Polda Metro Jaya dengan membawa barang bukti bahwa bukan dirinya yang pertama kali mengunggah video Ahok itu ke media sosial。 Namun,hingga saat ini Buni Yani belum ditahan oleh Polda Metro Jaya。 Mantan wartawan itu masih terus diperiksa,namun saat ini statusnya sudah menjadi tersangka。

Sebelumnya,Ahok sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 11月16日。 Kabareskrim Mabes Polri Ari Dono mengatakan penyidik yang berjumlah 27 orang tidak secara bulat berpendapat kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Ahok。

“Meskipun tidak bulat,namun didominasi pendapat yang menyatakan perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka,”ujar Ari。 (BACA: ) - Rappler.com