新闻是有分量的

Apel Nusantara Bersatu menegaskan persatuan印度尼西亚

2016年11月30日下午1:37发布
2016年11月30日下午7:17更新

Sejumlah personel TNI memakai ikat kepala merah putih pada Parade Nusantara Bersatu di Pelataran Benteng Kuto Besak(BKB),Palembang,Sumatera Selatan,Rabu(30/11)。 Foto oleh Nova Wahyudi / ANTARA

Sejumlah personel TNI memakai ikat kepala merah putih pada Parade Nusantara Bersatu di Pelataran Benteng Kuto Besak(BKB),Palembang,Sumatera Selatan,Rabu(30/11)。 Foto oleh Nova Wahyudi / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Sejumlah daerah menggelar Apel Nusantara Bersatu pada Rabu pagi ini,2016年11月30日.Puluhan ribu orang dari berbagai latar belakang tumplek-blek jadi satu menyerukan persatuan。

Di Jakarta,tepatnya di Kawasan Monumen Nasional,Apel Nusantara Bersatu dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo。 Keduanya sudah berada di lokasi sejak pukul 07.30 WIB。

“Dari Sabang sampai Merauke adalah bersaudara。 Oleh karena itu kita perlu dan memang harus mempertahankan NKRI kita,“kata Tito dalam sambutannya di Silang Monas,Jakarta Pusat,Rabu 2016年11月30日。

Sementara Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai penggagas acara ini mengatakan dirinya gembira melihat antusiasme warga yang hadir di Monas。 “Ini menunjukkan bahwa kita adalah bangsa patriot,”katanya。

Apel Nusantara Bersatu di Monas dihadiri ribuan orang。 Mereka terdiri dari pelajar,mahasiswa,tokoh lintas agama,budayawan,pejabat publik,musisi,hingga artis。

Direktur Eksekutif Wahid Institute Yenny Wahid termasuk salah seorang tokoh yang datang ke Monas。 “Kita memberi pada sesama,mari kita mengajak,bukan mengejek。 Mari kita merangkul,bukan memukul,“kata Yenny。

Selain di Jakarta,Apel Nusantara Bersatu juga digelar di sejumlah daerah secara serentak。 Di Semarang,misalnya,puluhan ribu orang berkumpul di Lapangan Simpang Lima。

Mengenakan ikat kepala merah-putih,massa bahkan sudah mulai berkumpul sejak pukul 06.00 WIB。 Di lokasi juga terdapat dua panggung besar untuk menghibur。

Kapendam IV / Diponegoro Kolonel Inf Dwi Endro Sasongko mengatakan acara tersebut diselenggarakan oleh berbagai elemen masyarakat。 “Ini dihadiri sekitar 10 ribu orang,”kata 。

Sementara di Bandung,massa berkonsentrasi di Lapangan Gasibu。 Jumlah massa yang menyesaki Gasibu diperkirakan mencapai puluhan ribu orang。 Salah satu tokoh yang tampil adalah Aa Gym。

Ia tampil bersama tokoh agama lainnya dari Konghucu,Hindu,Budha。 “Kita tidak boleh merugikan siapapun,baru sesudah itu kita berlatih untuk menyenangkan orang lain,”kata Aa Gym。

Ribuan warga Bandung menghadiri Apel Nasional Nusantara Bersatu di Lapangan Gasibu,Rabu(30/11)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Ribuan warga Bandung menghadiri Apel Nasional Nusantara Bersatu di Lapangan Gasibu,Rabu(30/11)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Sementara pemuka agama Hindu Made Widayana Gunakarya mengingatkan untuk menghargai perbedaan,karena di balik perbedaan itu ada persamaan,yakni sama-sama ingin hidup nyaman,damai,tenteram,dan sejahtera。

“Oleh karena itu,mari kita wujudkan rasa nasionalisme kita dengan aksi-aksi yang nyata dalam rangka menegakkan empat pilar kebangsaan,”kata Made。

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga hadir dalam acara ini。 Aher,begitu Ahmad Heryawan disapa,mengatakan meski Indonesia memiliki keragaman,namun NKRI adalah harga mati。

“Rongrongan yang boleh jadi dilakukan oleh orang lain kepada kita yang tidak rela Indonesia menjadi negara besar,negara yang adil,dan negara yang makmur makmur。 Kita harus bela negeri ini,“kata Aher。

Di Surabaya,Apel Apel Nusantara digelar di Makodam V / Brawijaya。 Ribuan orang dari berbagai unsur melakukan doa bersama。 Mereka juga disuguhi beragam atraksi dari masyarakat。

Tak hanya di kota-kota Pulau Jawa,di Medan pun Apel Nusantara Bersatu berlangsung cukup meriah。 Ribuan warga berkumpul Lapangan Benteng Medan,Sumatera Utara,sejak pukul 08.00 wib。

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Apel Nusantara Bersatu ini hanya digagas dalam waktu dua hari。 “Semua menyumbangkan apa yang bisa diperlihatkan,alangkah indah,”katanya。 -dengan laporan Yuli Saputra / Rappler.com