新闻是有分量的

Bagaimana para pemimpin perusahaan hadapi tantangan dalam era digital?

发布于2016年11月30日下午3:20
2016年11月30日下午3:20更新

2016年Peresmian福布斯全球首席执行官大会 -  Thomas Lembong,Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Steve Forbes,董事长dan主编福布斯媒体报道Presiden Republik Indonesia saat membunyikan gong,untuk membuka Forbes全球CEO大会2016. Foto oleh Forbes 。

2016年Peresmian福布斯全球首席执行官大会 - Thomas Lembong,Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Steve Forbes,董事长dan主编福布斯媒体报道Presiden Republik Indonesia saat membunyikan gong,untuk membuka Forbes全球CEO大会2016. Foto oleh Forbes 。

雅加达,印度尼西亚 - Seeng dengan perubahan zaman,gaya kepemimpinan dalam sebuah perusahaan harus terus berkembang。 Hal tersebut yang menjadi fokus dari sesi kelima dalam 福布斯全球CEO会议 pada Rabu,11月29日。

Sebanyak lima pemimpin perusahaan kelas dunia ikut dalam diskusi panel yang moderatori oleh editor majalah Forbes Asia,Tim Ferguson。 Sesi kali ini mengambil tema“Belajar Memimpin”。

Salah satu pembicara yang berbagi cerita adalah首席执行官力宝集团,James Riady。 Sebagai pimpinan dari perusahaan berbasis keluarga,ia menceritakan pentingnya memiliki model kepemimpinan dan manajerial yang tepat。

“Kami memimpin perusahaan dengan berfokus pada kekuatan kami,”kata James。

Ia juga menambahkan bahwa seiring dengan perubahan dalam era digital yang begitu cepat,sebuah perusahaan harus dapat menyesuaikan diri dengan cepat。

“Perubahan di masyarakat adalah hal yang benar-benar terjadi。 Untuk menghadapinya adalah kita harus fokus tidak hanya pada perubahan fisik [seperti infrastuktur],tetapi juga pada perubahan sumber daya manusia,sosial,kesehatan,serta perubahan sistem pendidikan,“tutur anak dari pengusaha Mochtar Riady tersebut。

“Pertanyaan besarnya adalah,apakah pemerintah,para elit,pengusaha,serta 利益相关者 lainnya bersedia untuk fokus pada perubahan sumber daya manusia?”

Di sisi lain,pembicara lainnya,Crown Worldwide集团公司董事长,James E. Thompson,mengemukakan bahwa sebagai pencari kerja,setiap orang harus berusaha untuk beradaptasi,tidak hanya menunggu perintah。

“Mereka harus beradaptasi untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baru,menambah kemampuan dengan pendidikan dan keterampilan baru,”tutur Thompson。

Kecil tapi kuat

Dalam sesi yang sama,执行主席Tee Yih Jia集团,Sam Goi,berbagi pengalamannya dalam membangun perusahaan kecil yang kini telah menjadi besar。

Goi membangun perusahaannya dari Singapura,sebuah negara yang kecil jika dilihat di peta。 Namun Singapura telah menjadi salah satu negara terpenting dalam eko​​nomi di Asia Tenggara。

Filosofi tersebut yang ia pegang hingga dapat membangun perusahaan kecilnya hingga menjadi besar seperti sekarang。 “Anda tidak perlu khawatir tentang seberapa kecil bisnis Anda。 Meskipun Singapura kecil,mereka bisa memainkan peranan penting di ASEAN,“tutur Goi。

“Usaha Anda boleh kecil,tapi Anda tetap bisa menghasilkan uang banyak。 Kalau usaha besar tapi mendapatkan sedikit,untuk apa? Jadi Anda tidak perlu minder kalau usaha Anda kecil。“

Kunci lainnya,menurut Goi adalah untuk selalu memiliki rasa bangga dan percaya pada kemampuan diri。 Karena“jika Anda tidak bangga pada diri sendiri,orang lain tidak akan bangga pada Anda,”ungkapnya。

Selain ketiga pembicara di atas,sesi ini juga menampilkan高级主席ORIX Corporation,Yoshihiko Miyauchi; serta首席执行官丹执行主席Forbes Media,Mike Perlis。

福布斯全球CEO会议 ke-16 di Hotel雅加达香格里拉酒店,dihadiri oleh lebih dari 400 pemimpin bisnis dunia dan mengambil tema Rising to Challenges 论坛ini berlangsung selama tiga hari,mulai Selasa,11月29日,hingga Kamis,1 Desember,dan menampilkan lebih dari 50 pembicara terkemuka dari seluruh dunia。 -Rappler.com