新闻是有分量的

Aksi damai 2 Desember,Ahok pilih berdiam di rumah

2016年12月2日下午12:19发布
2016年12月2日下午12:19更新

DI RUMAH。 Gubernur non aktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama memilih berdiam di rumahnya di kawasan Pluit saat massa menggelar aksi damai 2 Desember di Slang Monas。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

DI RUMAH。 Gubernur non aktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama memilih berdiam di rumahnya di kawasan Pluit saat massa menggelar aksi damai 2 Desember di Slang Monas。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Gubernur非aktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama membatalkan acara untuk bertemu dengan warga dan pendukungnya di Rumah Lembang,Menteng,Jakarta Pusat pada Jumat,2 Desember。 Dia mengaku situasi lalu lintas yang macet menyebabkannya tidak bisa tiba di Rumah Lembang tepat waktu。

“Saya mempergunakan waktu berada di rumah untuk menandatangani buku-buku yang akan dijual oleh relawan。 Saya harap maklumnya dan saya ucapkan terima kasih,“ujar Ahok yang pesannya dibacakan oleh anggota tim sukses,Clara Tampubolon。

Namun,Clara memberikan alasan berbeda soal absennya Ahok di Rumah Lembang,Menteng。 Dia menyebut mantan Bupati Belitung timur itu memilih berdiam di rumah di kawasan Pluit karena alasan keamanan。

“Warga juga kami himbau untuk pulang karena di sini tidak akan ada siapa-siapa,”kata Clara。

Dia juga meminta agar para pendukung Ahok tetap tenang dan mendoakan yang terbaik bagi calon gubernur pilihan mereka tersebut。

Kecewa

Absennya Ahok di Rumah Lembang pada hari ini meninggalkan kekecewaan bagi pendukungnya。 Salah satunya adalah Linda Nuryani yang sudah tiba di Menteng dari kediamannya di Cibubur sejak pukul 07:00 WIB。

Walau begitu,dia mengaku bisa memahami situasi saat ini。 Linda mengaku mendukung Ahok untuk Pilkada 2017,karena dia mampu menunjukkan kinerjanya selama hampir 2 tahun menjadi petahana。

“Selama ini belum ada yang bisa mendobrak Jakarta dan ini luar biasa。 Semua pekerjaan yang selama bertahun-tahun tidak dikerjakan karena'tidur',pada saat Beliau(yang memimpin)bisa dibangun dengan baik。 Belum lagi kondisi saat ini kental dengan perilaku korupsi,“ujar Linda yang ditemui Rappler di Rumah Lembang。

Walau saat ini banyak orang yang berdemonstrasi dan menentang Ahok,Linda mengaku tidak takut。

“Saya hanya takut kepada Tuhan saya dan bukan terkait perbedaan pendapat serta demo,”katanya。

Kasus hukum Ahok berat

Sementara,Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui berat dalam mengusut proses hukum Ahok。 Instansi sekelas Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)saja,kata Tito sudah berulang kali memeriksa Ahok。 Namun,belum bisa menetapkannya sebagai tersangka。

“Apa yang kami lakukan termasuk sudah maksimal,karena Polri berhasil menetapkan status tersangka kepada Ahok,”ujar Tito di hadapan massa Aksi Damai 2 Desember。

Oleh sebab itu,Tito meminta kepada masyarakat agar mendukung Polri dalam menegakkan hukum dalam kasus Ahok。

“Mari kita berdoa bersama agar kasus ini bisa terus berjalan。 Insya Allah,“tuturnya yang disambut tepuk tangan riuh dari massa。

Sementara,massa meminta agar apa yang diucapkan oleh Tito bukan hanya sekedar harapan palsu。 Mereka berteriak berulang kali agar Polri bisa membuktikan hal tersebut。

“Tangkap,tangkap,tangkap si Ahok。 Tangkap si Ahok sekarang juga,“ujar massa menyerukan tuntutan mereka。 - Rappler.com