新闻是有分量的

Gempa Aceh:Pengungsi menanti bantuan obat-obatan

2016年12月8日下午6:08发布
2016年12月8日下午6:11更新

Pasien yang merupakan korban gempa diraw​​at di lorong RS Umum Kabupaten Pidie,Aceh,Kamis(8/12)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

Pasien yang merupakan korban gempa diraw​​at di lorong RS Umum Kabupaten Pidie,Aceh,Kamis(8/12)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Sejumlah pengungsi korban gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya,Provinsi Aceh,mengeluhkan suplai obat-obatan yang sangat minim。 Padahal banyak dari mereka mengalami cedera akibat runtuhan bangunan。

“Sudah hari kedua belum ada bantuan obat-obatan yang kita sangat membutuhkan,terutama untuk anak-anak dan ibu-ibu,”kata Keuchik Gampong(desa)Mesjid Tuha,Kecamatan Meureudu,Junaidi,di lokasi pengungsian Dayah(pasantren)Al-Muhajirin ,Kamis,2016年12月8日。

Di posko pengungsian tersebut menampung tak kurang dari 560 Kepala Keluarga。 Mereka berasal dari tiga desa,yaitu Desa Gampong Mesjid Tuha,Menasah Balek,dan Kuta Meuredum。 Ketiga desa tersebut berlokasi di Kecamatan Meureudu。

Menurut Junaidi,bantuan makanan saat ini melimpah。 Sehingga mereka tidak lagi membutuhkannya。 “Yang kami butuhkan sekarang obat-obatan,tim medis dan popok sekali pakai untuk bayi serta pembalut untuk ibu-ibu,”kata Junaidi。

Seorang relawan yang pada Kamis petang ini berada di Pidie Jaya,Bayu Gawtama,mengatakan saat ini tim medis sudah mulai berdatangan。 Namun kondisi Pidie Jaya belum sepenuhnya pulih。

“Pasar masih tutup,perekonomian bisa dibilang lumpuh,”kata Bayu kepada Rappler,Kamis 8 Desember 2016.“Pengungsi juga tersebar di beberapa titik dan belum bisa didata seluruhnya。” -dengan laporan ANTARA / Rappler.com

BACA JUGA: