新闻是有分量的

Gempa Aceh:Kopi terakhir di Ule Glee

2016年12月9日上午11:06发布
2016年12月9日上午11:06更新

Sejumlah alat berat dioperasikan untuk membersihkan puing bangunan yang runtuh akibat gempa di Desa Ule Glee,Bandar Dua,Pidie Jaya,Aceh,Kamis(8/12)。 Foto oleh Syifa Yulinnas / ANTARA

Sejumlah alat berat dioperasikan untuk membersihkan puing bangunan yang runtuh akibat gempa di Desa Ule Glee,Bandar Dua,Pidie Jaya,Aceh,Kamis(8/12)。 Foto oleh Syifa Yulinnas / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Secangkir kopi itu belum habis ketika guncangan dahyat tiba-tiba menghantam kedai-kedai kopi yang berjejer di pinggir jalan raya Banda Aceh-Medan,Kecamatan Ule Glee,Rabu pagi,7 Desember 2016。

Guncangan yang berlangsung selama sekitar 10 hingga 15 detik tersebut langsung membuat kedai-kedai itu ambruk,menimpa puluhan orang di bawahnya。

“Musibah tersebut sangat cepat,mungkin hitungan detik,jadi yang duduk di warung tidak sempat menyelamatkan diri,”kata Anton,warga Ule Glee,Jumat 9 Desember 2016。

Menurut Anton warung-warung kopi yang berada di Ule Glee menjadi tempat favorit bagi pelintas untuk berstirahat。 Sebab Ule Glee berbatasan langsung dengan Pidie Jaya。 Di sana mereka bisa melepas lelah sambil menyeruput kopi Aceh yang terkenal nikmat。

Namun gempa yang datang pada Rabu pagi itu tak hanya mengusik istirahat mereka,tapi sekaligus juga menjadikan kedai-kedai tersebut sebagai persinggahan terakhir。 Hasil evakuasi yang dilakukan tim penyelamat beberapa jam kemudian menemukan 19 jenazah tertimbun puing。

Seorang anak dilaporkan selamat dalam insiden mengerikan ini karena ia memilih tidur di mobil。 Sementara kedua orang tuanya yang memilih beristirahat di kedai kopi,tewas tertimpa puing。

Gempa bumi --yang kemudian diketahui berkekuatan 6,5 SR-- juga merusak ratusan rumah toko dan rumah tinggal di Kabupaten Pidie Jaya,Aceh。 Sampai saat ini 102 orang dilaporkan tewas。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com

BACA JUGA: