新闻是有分量的

Gempa Aceh:Mempelai pria yang tak kunjung datang

2016年12月9日下午2点06分发布
更新时间:2016年12月10日上午12:02

Muhamad Yunus,ayah Yusra Fitriani,saat menerima Rappler di rumahnya。 Foto oleh Habil Razali / Rappler。

Muhamad Yunus,ayah Yusra Fitriani,saat menerima Rappler di rumahnya。 Foto oleh Habil Razali / Rappler。

PIDIE JAYA,印度尼西亚 - Kamis pagi itu seharusnya Yusra Fitriani (31 tahun)sedang duduk di pelaminan bersama Suharnas(31 tahun)。 Namun gempa 6,5 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya,Aceh,pada Rabu pagi memupus pernikahan kedua sejoli tersebut。

Sebab唱了calon mempelai pria Suharnas tewas bersama 22 orang lainnya setelah tertimpa atap ruko arloji miliknya。 Sebanyak 8 dari 23 korban tewas tersebut adalah keluarga Suharnas yang akan menjadi pengiring dalam pernikahannya。

Sehingga,alih-alih merayakan pernikahan,Suharnas bersama korban tewas lain justru digotong ke pemakaman。 Kabar kematian ini membuat Yusra Fitriani 震惊 Sungguh tak disangka ia harus kehilangan calon suaminya hanya satu hari menjelang pernikahan。

“Kami berencana menggelar pernikahan pada Kamis,tapi tiba-tiba Allah menakdirkan lain:calon lelaki dipanggil duluan oleh Allah sehingga tidak terjadi akad nikah karena calon lelaki telah almarhum,”kata Ayah Yusra Fitriani,Muhamad Yunus,kepada Rappler,Jumat 9 Desember 2016。

Menurut Yunus,tak lama setelah gempa mereda,dirinya langsung bergegas ke rumah Suharnas。 Namun yang dilihatnya hanyalah tumpukan puing。 Rumah itu sudah rata dengan tanah。 “Seluruh bangunan runtuh,”katanya。

Saat itu Muhamad Yunus membatin tak mungkin Suharnas akan selamat dengan kondisi seperti ini。 Dan dugaannya tak keliru。 Ketika dievakuasi beberapa jam kemudian,calon menantunya tersebut memang tak lagi bernafas。

Seribu undangan telah disebar,namun pernikahan batal digelar karena mempelai pria tewas tertimbun puing akiba gempa。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

Seribu undangan telah disebar,namun pernikahan batal digelar karena mempelai pria tewas tertimbun puing akiba gempa。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

“Waktu kami lihat jenazahnya tidak ada luka。 Posisinya seperti orang menelungkuk,menghalangi jatuhnya sesuatu dari atas,“kata Yunus。 “Tidak ada luka di tubuhnya,hanya tanda hitam karena kekurangan oksigen。”

Kematian Suharnas membuat pernikahan batal。 Padahal semua persiapan telah dilakukan。 Susunan panitia pun telah dibentuk,mulai dari seksi masak,seksi penyaji hidangan,hingga seksi penerima tamu undangan。 Selain itu seribu undangan juga telah disebar。

“Kami telah mempersiapkan semua sejak malam Selasa,”kata Yunus。 Namun apa boleh buat,takdir berkata lain。 Saat Rappler datang ke rumah Yunus,pelaminan yang bahkan belum diduduki pengantin telah dibongkar。 Kursi-kursi berjejer kosong di bawah tenda,menanti tamu undangan yang tak akan datang。

Yusra Fitriani sendiri mengunci diri di dalam kamar。 Menurut Muhamad Yunus,putrinya belum bisa melepas kepergian calon suaminya yang sangat mendadak。 Ia tak berhenti menangis sejak kemarin subuh。 “Yusra masih 震惊 ,”卡塔尤努斯。 -dengan laporan Habil Razali / Rappler.com

BACA JUGA: