新闻是有分量的

Pemprov Jateng terbitkan izin baru pabrik semen Rembang

发布时间2016年12月9日下午3:46
2016年12月9日下午3:46更新

Ratusan petani Kendeng yang berdemonstrasi di Semarang,Jumat(9/12)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Ratusan petani Kendeng yang berdemonstrasi di Semarang,Jumat(9/12)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Setelah dinyatakan kalah di tingkat Mahkamah Agung(MA),Pemerintah Provinsi Jawa Tengah nekat menerbitkan kembali izin lingkungan yang baru bagi pabrik semen yang dibangun PT Semen Indonesia di Rembang。

Penerbitan izin baru bagi pabrik semen itu diteken tepat saat gelombang unjuk rasa besar-besaran digelar petani Pegunungan Kendeng di depan kantor Gubernur Ganjar Pranowo pada Jumat siang 9 Desember。

Asisten Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono menyatakan per hari ini,izin baru atas pendirian pabrik semen di Rembang telah diterbitkan。 Meski begitu,pihaknya mengumumkan pemberian izin tersebut tanpa didampingi Gubernur Ganjar yang tengah berdinas di luar kota。

Siswo lantas mengungkapkan bahwa penerbitan izin baru bagi pabrik semen telah tertuang dalam Surat Keputusan(SK)bernomor 660.1 / 2016 tentang penambangan pabrik semen Rembang。

Dengan adanya SK tersebut,maka ia menegaskan secara otomatis mencabut keputusan gubenur mengenai izin lingkungan tertanggal 7 Juni 2012.“Kami terbitkan izin pengaturan penambangan baru mulai hari ini,”katanya,saat menerima perwakilan petani Kendeng di kantornya。

Ia berdalih,izin baru diterbitkan karena sebelumnya telah menerima surat pengajuan secara langsung dari PT Semen Indonesia。 “Ada perubahan nama pemilik pabrik dari PT Semen Gresik jadi Semen Indonesia,”jelasnya。

Ditempat yang sama,Agus Sriyanto Kepala Badan Lingkungan Hidup Jateng beralasan kalau yang diubah hanya izin lingkungannya。 Sementara isi Amdalnya masih tetap。

Menurutnya adanya pemberian izin baru itu,maka operasional pabrik semen tetap berlanjut。 “Regulasinya tidak mengatur harus disosialisasikan。Sehingga sekarang pun masih bisa beroperasi,”ujar Agus。

Melanggar keputusan Jokowi

Izin baru bagi pabrik semen tersebut ditolak oleh ratusan petani Kendeng yang berdemonstrasi di Semarang。 Gunretno yang mewakili para petani Kendeng sangat terkejut dengan hal tersebut。

Baginya hal ini adalah pengingkaran terhadap janji manis Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo。 “Kami sangat kecewa。 Kedatangan kami ingin gubernur mencabut izin tapi malah ngeluarin izin baru,“katanya kepada Rappler。

Ia menyesalkan keputusan Ganjar ini。 Menurutnya keputusan ini bertentangan dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang ingin melihat kajian lingkungan hidup strategis(KLHS)dalam proyek pabrik semen。

“Yang harusnya disetop malah dapat izin baru.Untungnya kita datang ke sini,kalau tidak pasti akan ditutup informasi ini,”sambungnya。

Kekecewaan mendalam juga dirasakan ratusan petani yang rela jalan kaki 150公里dari Rembang ke Semarang hanya untuk mendesak sang gubenur menyegel pabrik semen。

Suwarni seorang petani dari kaki Kendeng menyebut Ganjar telah menanggung berdosa besar karena membohongi masyarakat印度尼西亚bahkan internasional。

Ganjar yang notabene kepala daerah seharusnya memgayomi warganya,bukan malah membela koorporasi yang ingin merusak lingkungan。 “Saya kesal dengan keputusan dia yang mengubah aturan seenaknya sendiri,”tegasnya。 -Rappler.com