新闻是有分量的

Gempa Aceh:Pengungsi belum mandi empat hari

2016年12月11日下午1:39发布
2016年12月11日下午1:39更新

Posko pengungsi kerban gempa di Desa Dayah Kleng,Meunasah Balek,Kecamatan Meureudu,Pidie Jaya。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

Posko pengungsi kerban gempa di Desa Dayah Kleng,Meunasah Balek,Kecamatan Meureudu,Pidie Jaya。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

PIDIE JAYA,印度尼西亚 - Seorang korban gempa Aceh,Muslem Ibrahim,mengeluhkan langkanya bantuan air bersih untuk para pengungsi di Desa Dayah Kleng,Meunasah Balek,Kecamatan Meureudu,Pidie Jaya。

“Sudah empat hari setelah gempa saya belum mandi.Hanya membasuh muka saja。Air bersih yang didatangkan dengan mobil tanki hanya cukup untuk kebutuhan masak,”kata Muslem Ibrahim,warga Desa Dayah,kepada Rappler,Sabtu 10 Desember 2016。

Muslem mengungsi ke posko yang berdiri di halaman masjid Desa Dayah setelah gempa berkekuatan 6,5 SR menggoncang Kabupaten Pidie Jaya,Aceh,pada Rabu pagi,7 Desember 2016.Rumahnya hancur,rata dengan tanah。 Gempa juga menghancurkan pipa air di rumahnya。

Posko di Desa Dayah dipadati ratusan pengungsi。 Tak hanya mereka yang kehilangan rumah seperti Muslem,tapi mereka yang rumahnya tak hancur pun ikut mengungsi。 Sebab gempa susulan masih terjadi dan mereka masih menyimpan创伤。

Muslem mengatakan,banyaknya jumlah pengungsi tak sebanding dengan pasokan air bersih yang disuplai ke posko。 Akibatnya,penggunaan air bersih dari mobil tanki hanya dibatasi untuk keperluan memasak。 “Mobil tanki gak tentu datangnya,”kata Muslem。

Sementara untuk pasokan makanan,Muslem mengatakan tidak ada masalah。 Sebab,selain bantuan dari luar yang terus masuk,posko tersebut juga memiliki dua dapur umum。 “Bantuan sangat banyak。Harapannya jangan ada oknum yang lebih mementingkan diri sendiri atas bantuan itu,”katanya。 -Rappler.com