新闻是有分量的

Abu Sayyaf kembali lepaskan 2 ABK WNI

发布时间:2016年12月13日上午7:10
更新时间2016年12月13日上午8:10

自由的。 Dua ABK WNI dibebaskan kelompok Abu Sayyaf,pada 12 Desember 2016. Foto dari Militer Filipina

自由的。 Dua ABK WNI dibebaskan kelompok Abu Sayyaf,pada 12 Desember 2016. Foto dari Militer Filipina

雅加达,印度尼西亚(更新) - Dua anak buah kapal warga negara Indonesia dilepaskan oleh kelompok teroris Abu Sayyaf,pada Senin,12 Desember。

Informasi tersebut diumumkan oleh pihak militer Filipina,tempat di mana kelompok Abu Sayyaf beroperasi。

Kedua anak buah kapal(ABK)ini merupakan sandera perompakan yang terakhir dilepaskan。 Mereka diketahui bernama Mohammad Nasir(62 tahun)asal Sulawesi Selatan dan Robin Piter(32 tahun)dari Samarinda。

Sebelumnya,Abu Sayyaf telah melepaskan 5 sandera lainnya。 Ketujuh ABK T / B Charless 00 ini dijadikan sandera pada Juni 2016 lalu di perairan Sulu,Filipina。

Militer Filipina mengatakan kelompok Abu Sayyaf didesak untuk membebaskan kedua ABK karena mereka sudah terdesak dalam gencatan senjata dengan aparat keamanan di Sulu,salah satu pulau provinsi di bagian selatan negara tersebut。

普朗。 Dua ABK WNI lepas landas dari landasan pacu di Sulu usai disandera oleh kelompok Abu Sayyaf,pada 12 Desember。 Foto dari Militer Filipina

普朗。 Dua ABK WNI lepas landas dari landasan pacu di Sulu usai disandera oleh kelompok Abu Sayyaf,pada 12 Desember。 Foto dari Militer Filipina

“Operasi kami memaksa kelompok Abu Sayyaf untuk segera bernegosiasi。 Militer saat ini sedang dalam operasi mengejar anggota-anggota kelompok Abu Sayyaf,“kata Kepala Satuan Tugas Sulu Kolonel Jesus Mananquil。

“Mereka sudah mendapat tekanan akibat serangan yang bertubi-tubi ini。 Kami telah mendapat banyak informasi tentang mereka,dan ini hanya tentang menunggu waktu saja buat Satgas menangkap mereka,“kata Mananquil。

Kedua sandera kini berada dalam tanggung jawab kepada pemimpin摩洛民族解放阵线(MNLF)di Indanan,Sulu,sebelum diserahkan kepada Wakil Gubernur Sulu Nurunnisa Tan。 Setelah itu,mereka akan diantar ke markas militer di Jolo untuk dipulangkan ke Tanah Air。

Informasi serupa juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri,Retno Marsudi,yang tengah mendampingi kunjungan Presiden Joko“Jokowi”Widodo ke India。 Pembebasan Nasir dan Robin Piter disebut Retno sebagai upaya diplomasi total dari berbagai elemen pemerintah selama 6 bulan terakhir。

Apakah ada uang tebusan yang diserahkan kepada penculik? Retno menepisnya。

“Saya kira pertanyaan itu selalu ditanyakan setiap saat dan jawaban kita setiap saat tetap akan sama(tidak memberikan uang tebusan),”kata perempuan pertama yang menjabat sebagai Menlu itu。

Dengan dibebaskannya Nasir dan Robin Piter,maka seluruh ABK T / B Charles 00 sudah berhasil lepas semua dari cengkeraman Abu Sayyaf。

“Sebelumnya,pada tanggal 7 Agustus 2 ABK atas nama Muhammad Sofyan dan Ismail berhasil bebas.Sementara,pada tanggal 1 Oktober,3 ABK atas nama,Edi Suryo,Muhammad Mahbrur Dahri dan Ferry Arifin juga berhasil dibebaskan,”ujar Retno。

Dengan bebasnya 2 ABK T / B Charles 00,maka tersisa 4 WNI lainnya yang masih berada dalam cengkeraman Abu Sayyaf。 Mereka adalah nelayan yang bekerja di kapal-kapal ikan berbendera马来西亚dan diculik di sekitar perairan沙巴selama periode 11月hingga Desember。 -Rappler.com