新闻是有分量的

Sidang penodaan agama:Polisi siapkan tiga lapis pengamanan

发布于2016年12月13日上午8:36
更新时间2016年12月13日上午8:36

Polisi berjaga di depan gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Jalan Gajah Mada Nomor 17,Selasa(13/12)。 Foto oleh Deria Octaviena / Rappler

Polisi berjaga di depan gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Jalan Gajah Mada Nomor 17,Selasa(13/12)。 Foto oleh Deria Octaviena / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Kasus penodaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama akan mulai disidang hari ini,Selasa 13 Desember 2016。

Sidang akan digelar di gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Jalan Gajah Mada Nomor 17,sekitar pukul 09.00 wib。 Sidang ini langsung menyedot perhatian warga。

Bahkan,massa dari sejumlah ormas sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.00 wib。 Saat ini,ratusan massa sudah berkumpul di depan gedung bekas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat。

Mereka antara lain berasal dari Hasmi(Harakah Sunnyiah untuk Masyarakat Indonesia),Satuan Pembela Islam,Majelis Az-zikra,Darussalam Peduli(Tim Pemburu Penistaan​​ Agama),dan LPI(Laskar Pembela Islam)。

Polisi pun sudah berjaga sejak pagi。 Humas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga ring atau lapis pengamanan di area pengadilan雅加达Utara selama persidangan。

Ring 1 yakni di dalam ruang sidang,ring 2 di depan gedung pengadilan,dan ring 3 di sekitar Jl Gajah Mada,Jakarta Pusat。 Semakin dekat ruang sidang,akan semakin ketat pula penjagaannya。

Karena itu,untuk masuk ke ruang persidangan,pengunjung harus melewati metal detector terlebih dahulu。 Selain itu jumlah pengunjung ruang sidang juga dibatasi maksimal 100 orang。 Sebab kapasitas ruang sidang terbatas。

Selain itu Polri juga akan menerapkan sistem pengamanan terbuka dan tertutup。 Terbuka artinya pengamanan dilakukan oleh petugas berseragam。 Sementara pengamanan tertutup dil​​akukan polisi berpakaian preman。

“(Pengamanan pola)tertutup tidak bisa diketahui karena akan berbaur dengan pengunjung di lokasi tersebut,”terang Kombes Pol Martinus Sitompul.-Rappler.com