新闻是有分量的

Kasus e-KTP:Diperiksa KPK 7 jam,ini pernyataan Setya Novanto

发布于2016年12月13日上午9:07
2016年12月13日下午6:41更新

Ketua DPR yang juga Ketua Umum Golkar Setya Novanto tiba di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto(kanan)untuk melakukan pertemuan di Jakarta,Kamis(1/12)。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

Ketua DPR yang juga Ketua Umum Golkar Setya Novanto tiba di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto(kanan)untuk melakukan pertemuan di Jakarta,Kamis(1/12)。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat(DPR)Setya Novanto diperiksa sebagai saksi selama 7 jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)dalam kasus pengadaan e-KTP,Selasa 2016年11月13日。

“Alhamdulillah saya begitu bahagia dan senang karena sudah bisa memberikan penjelasan berklarifikasi secara keseluruhan,”kata Setya Novanto setelah pemeriksaan jam di gedung KPK,Jakarta,Selasa 13 Desember 2016。

Setya mengatakan dirinya diperiksa sebagai saksi untuk Sugiharto dan Irman,dua pejabat yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini。 Setya Novanto sendiri dimintai keterangan karena saat proyek e-KTP berlangsung pada 2011-2012 dirinya menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR。

Dalam kesempatan tersebut Setya membantah ada uang yang mengalir ke sejumlah anggota Komisi II DPR selaku mitra Kementerian Dalam Negeri dalam proyek E-KTP tersebut。 “Tidak benar itu,tidak benar,”jawab Setya Novanto。

Sejak KPK menangani perkara itu pada 2014,baru kali ini Setya menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK meskipun namanya kerap dihubungkan dengan perkara itu。

Sebelumnya Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin melalui pengacaranya Elza Syarif pernah mengatakan bahwa proyek e-KTP antara lain dikendalikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Setya Novanto dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum。

Juru Bicara KPK Febri Diansyah sebelumnya mengatakan Setya Novanto ditanya mengenai aliran dana dari proyek senilai Rp 6 triliun tersebut。 “Termasuk melakukan klarifikasi dan pendalaman informasi terkait aliran dana pada pihak-pihak tertentu,”kata Febri Diansyah。

Febri mengatakan keterangan Seya Novanto penting untuk mengungkap proses penganggaran proyek。 “Kasus e-KTP ini terkait proyek besar yang prosesnya dimulai dari penganggaran dan pembahasan hingga penerapan,maka peran saksi akan digali terkait itu sesuai dengan kapasitas saksi pada saat itu,”tambah Febri。

Saat ini sudah ada dua tersangka dalam kasus e-KTP,yakni mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto。

Irman dan Sugiharto dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com