新闻是有分量的

5 hal yang perlu kamu tahu tentang sidang Ahok hari ini

2016年12月13日下午4:09发布
更新时间2016年12月27日上午4:19

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama menjalani sidang perdana kasus dugaan penistaan​​ agama di PN Jakarta Utara,Selasa(13/12)。 Foto oleh Tatan Syuflana / ANTARA

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama menjalani sidang perdana kasus dugaan penistaan​​ agama di PN Jakarta Utara,Selasa(13/12)。 Foto oleh Tatan Syuflana / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama memasuki babak baru saat diserahkan ke pengadilan。

Sidang perdana kasus ini digelar di bekas Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Jalan Gajah Mada No.17,Selasa 13 Desember 2016.Sidang dimulai pada pukul 09.00 wib dan berakhir pada pukul 11​​.30 wib。

Berikut lima hal yang terjadi dalam sidang tersebut:

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono menjerat Ahok dengan dua pasal,yakni pasal 156 dan pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama。 Penodaan agama terjadi saat Ahok berkunjung ke Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu,pada 9月27日。

Jaksa juga menilai Ahok tak berhak membawa-bawa surah Al Maidah ayat 51 karena ayat penafsiran terhadap ayat tersebut adalah domain umat Islam。

Ahok menolak dakwaan jaksa

Usai jaksa membacakan dakwaan,Ahok tampil membacakan eksepsi。 Dalam eksepsinya,Ahok menampik tudingan Jaksa jika ia telah menodai agama。 Ahok justru menuding ada elit politik yang menggunakan surah Al Maidah ayat 51 untuk kepentingan politis。

“Ayat ini sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elit,karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program,dan integritas pribadinya。 Mereka berusaha berlindung di balik ayat-ayat suci itu,agar rakyat dengan konsep seiman memilihnya,“kata Ahok。

Ahok mengatakan dirinya tak mungkin menodai agama Islam karena keluarga angkatnya beragama Islam。 “Tuduhan itu sama saja dengan mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri,”katanya。

Ahok menangis

Ahok selama ini identik dengan sikapnya yang keras dan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos。 Namun di persidangan kali ini sikapnya sungguh berbeda。

Saat tiba di Gedung Pengadilan,Ahok tak memberikan komentar apapun kepada media。 Saat membacakan eksepsi,Ahok terlihat beberapa kali menitikkan air mata。

Bahkan,saat mengingat ibu angkatnya yang seorang muslimah,Ahok menangis。 Ini pertama kalinya publik melihat Ahok menitikkan air mata。

“Ketika Ibu angkat saya meninggal,saya ikut seperti anak kandung,mengantar dan mengangkat keranda beliau,dari ambulans sampai ke pinggir liang lahat,”kata Ahok dengan mata berlinang。

Digeruduk massa

Ratusan massa dari berbagai ormas menggeruduk bekas Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Jalan Gajah Mada No.17。 Mereka membawa sejumlah spanduk meminta Ahok segera ditahan。

Mereka antara lain berasal dari Hasmi(Harakah Sunnyiah untuk Masyarakat Indonesia),Satuan Pembela Islam,Majelis Az-zikra,Darussalam Peduli(Tim Pemburu Penistaan​​ Agama),dan LPI(Laskar Pembela Islam)。

Keamanan berlapis

Polisi menerapkan tiga lapis keamanan untuk menjaga sidang Ahok ini。 Polisi pun sudah berjaga sejak pagi。 Humas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga ring atau lapis pengamanan。

Ring 1 yakni di dalam ruang sidang,ring 2 di depan gedung pengadilan,dan ring 3 di sekitar Jl Gajah Mada,Jakarta Pusat。 Semakin dekat ruang sidang,akan semakin ketat pula penjagaannya。

Selain menerapkan tiga lapis keamanan,polisi juga menggunakan pengamanan terbuka dan tertutup。 Pengamanan terbuka dilakukan oleh polisi berseragam。 Sementara pengamanan tertutup dil​​akukan oleh polisi berpakaian preman。 -Rappler.com